Lamat terdengar alunnan pujian penyembahan Ilahi berkumandang
Masuk menusuk sanubariku yang kering
Gersang oleh kesalahan dan kekhilafanku
Semakin dalam menyayat
Sakit terasa walau tak berdarah
Tak sanggup aku menahan
Tumpah jua bulir kerinduan di tepi
Surgaku.....
Dimanakah engkau.....
Semakin keras ku cari
Semakin terasa kepiluan ini
Terdengar lagi lantunan penyembahan Ilahi
Mengiris sanubari membuka hatiku
Kesadaranku terkoyak
Ku bangkit berlari tiada henti
Merengkuh sosok lembut yang senantiasa menantiku kembali
Ibu.....
Maafkan aku, anakmu yang durhaka ini
Kini akan kubasuh kakimu tuk meminta secuil gudang maaf dan ridhomu
Ibu.....
Saat ini tlah kutemukan Surgaku
Dibawah kakimu